Kamis, 27 Nopember 2014
RSS

Warga Kebumen Laporkan Tanah Sengketa Yang Dijadikan Tambang Pasir Besi Ke Jatam

JAKARTA--Tokoh Masyarakat Desa Petangkuran Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen,  Pak Seniman melaporkan kasus sengketa tanah yang menimpa warganya ke Jaringan Advokasi Tanah (Jatam). Seniman mengemukakan bahwa  tanah seluas 50 ha warga yang jadi sengketa yang awalnya dijadikan tempat latihan senjata berat TNI kini  direncanakan menjadi wilayah pertambangan pasir besi.

" Dulu sebelum tempat itu dijadikan tempat berlatih TNI adalah tempat kami berkebun, tahun 1998 TNI memakai lahan itu dan luas wilayah kami menjadi menyusut," kata Seniman, Jakarta, Selasa (25/09).

Menurut ketua paguyuban petani Kebumen Selatan ini, konplik terjadi saat BPN mengukur tanah berdasarkan dari data TNI sehingga warga merasa dirugikan karena terjadi menyusutan luas tanah yang dimiliki warga.

" TNI hanya memakai daerah tersebut untuk latihan dan patokpun buat garis aman agar warga tidak melintas saat latihan bukan untuk memiliki wilayah itu. Tapi saat ini tanah kami yang berkurang itu direncanakan akan dijadikan tambang pasir besi, ini tidak bisa kami terima jika jadi tambamg kami juga akan mersakan dampak kerusakan lingkungan," tegas Seniman.

Seniman berharap LSM seperti Jatam, Walhi dan LBH mau membantu warganya yang saat ini sedang resah dengan rencana tambang pasir besi di Desanya.

Banner
Site Design by Yanhr - learn Joomla! in fast and easy way