Minggu, 21 September 2014
RSS

IRESS Dorong Pertamina Kelola Blok Migas Yang Habis Masa Kontrak

JAKARTA--Indonesian Resources Studies (IRESS), mendorong Pertamina tuk menguasai atau mengelola blok-blok migas yang akan habis masa kontraknya. Menurut Direktur IRESS Marwan Batubara, hingga tahun 2021 yang akan datang terdapat sekitar 29 dari 27 kontrak migas yang masuk tahap produksi yang akan habis masa kontraknya.

" Pertamina sebagai BUMN sehaeusnya mendapat kesempatan untuk mengelola blok-blok migas tersebut, sehingga hasilnya dapat dinikmati untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai dengan amanat UUD 45 pasal 33," kata Marwan disela-sela acara seminar kontrak migas, Jakarta, Selasa (17/07).

Menurutnya sampai saat ini belum ada rencana yang jelas atas permasalahan kontrak tersebut. Hal ini tercermin dari sikap Pemerintah yang tidak mempunyai tekad. Yang kuat untuk membesarkan Pertamina sebagai national oil company (NOC) guna meningkatkan ketahanan energi nasional dan menambah penerimaan negara.

" Peraturan yang ada belum mendukung terwujudnya penguasaan blok-blok migas. Yang habis kontrak secara otomatis dikuasai oleh Pertamina. Dalam UU No.21/2001 tentang Migas dan PP No. 35/2004 tentang kegiatan hulu migas terdapat ketentuan multy tafsir tentang kelanjutan pengelolaan blok migas tersebut," papar Marwan.

Pada 2013 blok migas yang akan habis masa kontraknya adalah blok Siak (operator PT Chevron, Pacific Indonesia CPI), 2015 Gebang (Pertamina-Costa), 2017 blok Mahakam (Total), ONWJ (PHE), Attaka (Inpex) dan lematang (Medco). 2018 Tuban ( Pertamina-Petrochina), Ogan Komering (Pertamina-Talisman), Nort Sumatra Offshore B (Exxon Mobil), Southeast Sumatra (CNOOC), Tengah (Total), NSO Extention (Exxon Mobil), Sanga-sanga (Vico Indonesia) dan West Pasir dan Ataka (CPI). Pada 2019 (berakhir kontrak Bula (Kalrez Petroleum), Seram Non Bula (Ctic), Pendopo dan Raja (Pertamina-Golden Spike) dan Jambi Merang (Job Pertamina-HESS). Pada Tahun 2020 ada South Jambi B (Conoco Philips), Malaca Strait (Kondur Petroleum), Brantas (Lapindo), Salawati (Pertamina-Petro China), Kepala Burung Blok A (Petrochina), Sangkang (Energy Equity), dan Makasar Strait Offshore Area A ( Chevron Indonesia Company). Dan yang terakhir 2021 adalah blok Rokan (CPI), Bentu Segat (Kalila), Muriah (Petronas), dan Selat Panjang (Petroselat).

Banner
Site Design by Yanhr - learn Joomla! in fast and easy way