Kamis, 02 Oktober 2014
RSS

499 Perusahaan Tambang Lakukan PHK Masal

JAKARTA--499 tambang yang tersebar di 6 propinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi selatan, Kalimantan Timur, Maluku dan  Aceh melakukan PHK masal terhadap 235.823 pekerjanya.

Ketua Solidaritas Pekerja Tambang Nasional (SPARTAN), Juanforti Silalahi menyatakan terbitnya Permen ESDM No. 07 & revisinya No. 11 Tahun 2012 beserta Permen Keuangan (PMK) Bea Eskpor 20% yang secara tiba-tiba memutuskan dan melarang perusahaan tambang melakukan eskpor bahan mentah mineral sejak 6 Mei 2012 menjadi teror yang yang sangat menakutkan.

" Ketiga peraturan ini membuat jutaan pekerja tambang harus menghadapi PHK masal," tegas Juan, Jakarta, Senin (25/06).

Dari data yang dihimpun central informasi Spartan, selain 499 perusahaan tambang mineral di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi selatan, Kalimantan Timur, Maluku dan  Aceh  yang telah melakukan PHK, diperkirakan akan ada lagi 5500 perusahaan diberbagai propinsi lainnya yang akan melakukan PHK masal.

" Kami terus menghimpun data, ada sekitar 5500 perusahaan dari berbagai propinsi yang diperkirakan akan melakukan PHK masal. Perkiraan sekitar 3 juta pekerja yang terancam di PHK akibat tiga peraturan tersebut," papar Juan.

Selain itu Juan mengatakan akibat dari ketiga peraturan itu, 499 perusahaan diperkirakan mengalami  kerugian investasi sebesar Rp. 47,590.000.000.000 (47,5 Triliun rupiah).

" Ini hanya baru sebagian yang terdata, dan kami juga telah memperkirakan setidaknya ada sekitar ratusan triliun kerugian investasi yang dialami ribuan perusahaan tambang dalam negero di seluruh Indonesia," katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Juan, dampak beruntun ini selain menimpa perusahaan dan pekerja yang kena PHK, juga harus dialami oleh sektor usaha lainnya. Ada 30 ribu lebih kamar kost milik masyarakat yang tutup dan sekitar 20 ribu warung makan dan minuman yang usahanya harus terhenti," pungkas Juan.

Banner
Site Design by Yanhr - learn Joomla! in fast and easy way