Rabu, 01 Oktober 2014
RSS

Jatam Minta Pemerintah Hentikan Oprasional PT. Sorik Mas Mining

JAKARTA--Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), meminta pemerintah untuk menghentikan oprasional  PT. Sorik Mas Mining, pasalnya  PT. Sorik Mas Mining dianggap sering menimbulkan konplik yang berujung pada penangkapan  serta kekerasan terhadap warga sekitar tambang yang menolak keberadaan tambang tersebut.

Koordinator Jatam, Andrie S Wijaya mengatakan hari Sabtu lalu, (07/07), sekitar 2 ribuan warga dari Kecamatan Naga Juang Mandailing Natal Sumatera Utara, kembali mendatangi Base Camp PT. Sorik Mas Mining  di Tor (Bukit) Sihayo. Untuk ke-2 kalinya base camp PT. SMM tersebut terbakar. Kejadian ini  seharusnya sudah menjadi bukti kuat bagi pemerintah pusat dan daerah untuk tidak lagi melanjutkan operasi tambang PT.  PT. Sorik Mas Mining.

" Semakin lama PT. SMM berada di Mandailing Natal, semakin banyak warga yang akan ditembaki dan ditangkapi. Maka semakin jelas, pelaku yang menimbulkan konflik atau pelanggaran HAM, secara tegas kami minta Pemerintah untuk menghentikan oprasinal  PT. Sorik Mas Mining, " kata Andrie, Jakarta, Selasa ( 10/07)

Kejadian itu menurutnya, semakin menguatkan stempel yang melekat ke pemerintahan saat ini yang tak akan menjamin keselamatan warga.

Pada kejadian sabtu lalu, diperkirakan 6 orang warga mengalami luka-luka, 3 diantaranya mengalami kritis akibat ditembak (satu orang) oleh anggota Kepolisian Resort Mandailing Natal dan Sekuriti perusahaan. Dan hingga hari ini, Senin, 9 Juli 2012, 3 orang warga telah ditangkap, dituduh sebagai tersangka pelaku pembakaran.

" Persis seperti kejadian 29 Mei 2011 lalu, kebakaran base camp PT. SMM ini dituduhkan kepada warga yang melakukan. Padahal pada kejadian pertama pun, pelaku pembakaran awal/pemicu pun masih simpang siur," papar Andrie.

Pada kejadian pertama itu, lanjut Andrie,  8 orang disidangkan dan diputuskan bersalah dengan 8 bulan masa percobaan," tambahnya

Andrie menyayngkan sikap  pemerintah pusat dan daerah yang tetap  bersikukuh dan berpihak kepada pengusaha tambang  PT. Sorik Mas Mining , yang jelas-jelas telah menimbulkan polemik dan pelanggaran HAM.

" Kejadian yang berulang ini, menunjukkan bahwa pengurus negara ini sengaja memelihara dan melanggengkan konflik yang merugikan rakyat Indonesia, khusunya di Mandailing Natal," pungkas Andrie.

Banner
Site Design by Yanhr - learn Joomla! in fast and easy way